Keputusan Pembelian Produk Superfood Dalam Ekosistem Digital Pasca-Pandemi

Authors

  • Rosita Noviana Sayekti BINUS Business School
  • Safira Fathin Sayekti BINUS Business School
  • Nur Damayanti BINUS Business School
  • Asty Dwinanda Putria Institut Pertanian Bogor

DOI:

https://doi.org/10.35968/mpu.v16i1.1849

Keywords:

makanan sehat, minuman sarang burung walet, online shoping, pasca pandemi, superfood

Abstract

Perubahan gaya hidup pasca-pandemi telah meningkatkan kesadaran konsumen terhadap pilihan makanan yang lebih sehat. Superfood, yang kaya akan nutrisi dan senyawa bioaktif, menjadi salah satu fokus utama dalam tren konsumsi. Seiring dengan itu, pemanfaatan platform digital untuk pemasaran produk makanan semakin berkembang pesat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digital marketing dan penetapan harga terhadap keputusan pembelian minuman sarang burung. Metode yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan sampel sebanyak 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing dan harga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Koefisien regresi untuk digital marketing sebesar 0,348 dan untuk harga sebesar 0,579, dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa strategi pemasaran digital yang efektif, dikombinasikan dengan kebijakan harga yang tepat, dapat meningkatkan minat konsumen dalam membeli produk minuman sarang burung. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya pelaku usaha memaksimalkan penggunaan media digital, seperti media sosial dan e-commerce, untuk menjangkau konsumen yang semakin sadar akan kesehatan, serta menetapkan harga yang kompetitif agar mampu bersaing di pasar pasca-pandemi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur pemasaran digital dan perilaku konsumen, khususnya dalam konteks produk superfood di era transformasi digital.    

References

Askew, K. (2020). The Food Navigator Podcast: What does coronavirus mean for the future of food?

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2023). Survei APJII 2023. Diskominfo SP.

Assidiq, A. M., Oktaviani, D., & Sandhi, R. A. (2022). Pengaruh digital marketing, kualitas layanan, dan brand image terhadap keputusan pembelian produk telemedicine. Syntax Idea, 4(2), 240–258.

Fernández-Ríos, A., Laso, J., Aldaco, R., & Margallo, M. (2023). Superfoods: A super impact on health and the environment? Current Opinion in Environmental Science & Health, 31, 100410. https://doi.org/10.1016/j.coesh.2022.100410.

Galanakis, C. M. (2021). Functionality of food components and emerging technologies. Foods, 10(1), 1–26. https://doi.org/10.3390/foods10010128

Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Goldfarb, A., & Tucker, C. (2019). Digital marketing. In Handbook of the Economics of Marketing (Vol. 1, pp. 259–290).

Gunarsih, C. M., Kalangi, J. A. F., & Temengkel, L. F. (2021). Pengaruh harga terhadap keputusan pembelian konsumen di Toko Pelita Jaya Buyungon Amurang. Productivity, 2(1), 69–72.

Published

2026-01-24

How to Cite

Sayekti, R. N., Sayekti, S. F., Damayanti, N., & Asty Dwinanda Putria. (2026). Keputusan Pembelian Produk Superfood Dalam Ekosistem Digital Pasca-Pandemi. JURNAL ILMIAH M-PROGRESS, 16(1), 100–112. https://doi.org/10.35968/mpu.v16i1.1849