Analisis Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Berdasarkan PSAK No. 16 Pada PT. Sejahtera Membangun Nasional
DOI:
https://doi.org/10.35968/jbau.v11i2.2042Keywords:
Fixed Assets, PSAK No. 16, Depreciation, Asset Disposal, Accounting TreatmentAbstract
Kualitas audit menempati posisi sebagai salah satu unsur krusial dalam proses pemeriksaan, yang menjadi pijakan utama bagi terbangunnya kepercayaan publik terhadap kewajaran laporan keuangan yang telah diperiksa. Riset ini dilaksanakan guna mengkaji sejauh mana Locus of Control, Kode Etik Audit, dan Fee Audit memberikan pengaruh terhadap Kualitas Audit, dengan menempatkan Pengalaman Auditor sebagai variabel yang memoderasi keterkaitan antarvariabel tersebut. Besaran sampel dihitung menggunakan rumus Lemeshow, dengan teknik penarikan sampel berupa non-probability sampling jenis convenience sampling, hingga diperoleh 97 orang auditor yang berpraktik di Kantor Akuntan Publik (KAP) di wilayah Jakarta sebagai partisipan riset ini. Pengolahan data ditempuh melalui pendekatan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan memanfaatkan perangkat lunak SmartPLS versi 4.0, yang meliputi tahap evaluasi outer model, inner model, hingga pengujian hipotesis lewat prosedur bootstrapping. Temuan riset memperlihatkan bahwa Fee Audit beserta Pengalaman Auditor sama-sama memberikan pengaruh yang positif dan signifikan atas Kualitas Audit. Di lain pihak, Locus of Control memang berpengaruh positif kendati tidak signifikan, sedangkan Kode Etik Audit malah memperlihatkan arah pengaruh negatif yang juga tidak signifikan. Lebih jauh, Pengalaman Auditor tidak terbukti mampu berperan sebagai pemoderasi bagi keterkaitan antara Locus of Control, Kode Etik Audit, ataupun Fee Audit dengan Kualitas Audit. Dari sini dapat disimpulkan bahwa, dalam lingkup riset ini, unsur ekonomi berupa besaran Fee Audit serta lamanya jam kerja auditor justru memegang peranan yang jauh lebih besar ketimbang faktor kepribadian dan nilai-nilai etis dalam menentukan mutu audit yang dihasilkan.References
Giri, E. F. (2017). Akuntansi Keuangan Menengah I. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Grave, A. De, Aslindar, D. A., Sibarani, B. E., Wulandari, S., Jaya, E. S., Piyani, H. O., … Amelia Saragih, D. (2024). Dasar Ilmu Akuntansi. Sukoharjo: CV. Pradina Pustaka Group.
Ikatan Akuntansi Indonesia. (2018). Pernyataan Akuntansi Keuangan (PSAK). Jakarta: Ikatan Akuntansi Indonesia.
Kieso, D. E., Weygandt, J. J., & Warfield, T. D. (2019). Intermediate Acoounting. Britanisa Raya: Wiley.
Lestari, P. A. (2020). Intermediate Accounting Akuntansi Keuangan Menengah. Klaten: Lakeisha.
Mulyadi. (2016). Sistem Akuntansi (Edisi 4). Jakarta: Salemba Empat.
Pertiwi, I. F. P., Puspitosari, I., & Wijayati, F. L. (2020). Pengantar Akuntansi Lanjutan. Depok: PT. RajaGrafindo Persada.
Pontoh, E., Morasa, J., & Budiarso, N. (2016). Evaluasi Penerapan Perlakuan Akuntansi Terhadap Aktiva Tetap Berdasarkan Psak No.16 Tahun 2011 Pada Pt. Nichindo Manado Suisan. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 4(3), 68–77.
Sukarana, M., Rasjid, R. D., AR, M., Oktaviani, A. A., Makrus, M., Muslimin, U. R., … Hoar, M. M. (2025). Buku Ajar Pengantar Akuntansi. Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL BISNIS DAN AKUNTANSI UNSURYA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


